Arsip untuk Juni, 2008

Narsis, Percaya Diri atau Sombong ?

Kisah si Narcissus

Kisah sang penakluk wilayah Thespiae di Boetia yang dianugerahi ketampanan, Narcissus, Narkissos atau Sang Pemuja Diri Sendiri

Beberapa versi kisah Narcissus salah satunya oleh Ovid dalam ‘Echo’. Narcissus yang sedang berburu kijang di hutan merasa haus dan mengambil air di sebuah sungai, namun ia tak bisa menyentuh air itu karena takut merusak bayangan yang ada pada permukaan air. Narcissus meninggal dengan memandangi bayangannya sendiri dan tumbuhlah bunga Narcissus di tempat ia meninggal.

Namun Pausanias (seorang ahli geografi dan traveller dari Mesir, hidup pada abad kedua Masehi) menolak kisah seseorang yang tidak mampu membedakan manusia nyata dan bayangan, menurutnya Narcissus jatuh cinta pada saudara kembar perempuannya, yang mengenakan pakaian sama dengan Narcissus ketika berburu di hutan. Ketika saudara kembarnya meninggal, Narcissus sangat terpukul dan menganggap bayangan yang ia lihat di permukaan air itu adalah saudara kembarnya (www.wikipedia.com).

Kita yang tinggal di kota besar di Indonesia tentunya tidak akan sanggup mengambil air di sungai untuk minum, bukan karena ada bayangan yang mempesona, pastinya. Namun jaman sekarang kita tidak perlu sungai untuk bercermin, karena makin hari gambaran diri kita makin jelas, tebal dan kongkrit, menutupi inti sari diri yang makin tidak jelas.

Ada yang menganggap bahwa orang narsis itu menyebalkan dan berdampingan dengan orang narsis rasanya tidak menyenangkan karena atmosfernya penuh dengan persaingan, kesombongan, dsb regardless orang-orang narsis ini dari luar tampak punya rasa percaya diri yang besar. Menarik untuk kita lihat pemahaman narsis ini lebih jauh, karena dalam psikologi klinis dikenal pula istilah Narcissistic Personality Disorder. Dalam bahasa umum, orang narsisistik adalah orang yang menjadikan dirinya pusat dari segalanya.

The narcissist becomes his own world and believes the whole world is him
(Theodore I. Rubin)

Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Penyebab Ketidakpuasan Pada Orang Lain

X seorang mahasiswa yang suka pilih-pilih teman.Ia mudah melihat kekurangan teman dan mencapnya sebagai orang yang tidak baik. Dan lantas ia menghindar berteman dengan orang itu. Lama-lama dia tidak punya teman karena semua orang punya cacat di mata X. Akhirnya X kesepian.

Manusia sering dikatakan sebagai makhluk yang tidak pernah puas pada sesuatu yang dimilikinya atau pada orang lain. Manusia sering memvonis orang tidak baik kalau menemukan hal-hal yang tidak disukainya. Apakah Anda juga termasuk seseorang yang memiliki sifat seperti ini?

Makna dibalik Sebuah Dongeng
Sebelum kita bahas hal ini, terlebih dahulu saya akan bertanya pada Anda pernahkah Anda menonton atau membaca dongeng yang berjudu Beauty & The Beast atau film yang berjudul Shrek? Jika Anda sudah pernah menontonnya, kira-kira pelajaran apa yang dapat Anda tangkap dari dongeng Beauty & The Beast atau film yang berjudul Shrek? Anda pasti tahu kalau dongeng Beauty & the beast mengisahkan tentang si cantik yang bersedia menerima si buruk rupa apa adanya, akhirnya si buruk rupa berubah menjadi si tampan. Apa sebenarnya makna dari dongeng Beauty & the beast? Sebagian orang melihat kalau si buruk rupa bisa berubah jadi pangeran tampan. Jika dianalisa lebih dalam, salah satu pesan yang ingin disampaikan dari dongeng beauty & the beast dan sejenisnya bahwa persepsi manusia terhadap kelemahan orang lain bisa berubah kalau menemukan sisi positif / kebaikannya. Dan film Shrek yang mengisahkan kisah percintaan Shrek si raksasa dengan putri cantik hendak menyampaikan bahwa cinta sejati akan menerima orang lain apa adanya.

Jika kita bercermin diri, sudahkah kita menjadi orang yang bersedia menerima orang lain apa adanya dan lebih melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain? Memang tak dapat dipungkiri jika pada saat ini sebagian besar masyarakat lebih senang menghina dan mencela seseorang karena kekurangan dan noda atau kesalahan yang pernah dibuatnya. Hinaan dan celaan seolah-olah sudah menjadi budaya. Sebagian besar masyarakat masih senang mencari kekurangan orang lain daripada melihat kelebihan yang dimiliki.

Sumber-sumber Ketidak puasan pada Orang Lain
Ada ketidakpuasan yang sifatnya positif, karena membuat kita berusaha semakin baik atau tidak melakukan tindakan yang menimbulkan masalah dan ketidakpuasan. Namun ada ketidakpuasan negatif, yang bersifat destruktif karena dilandasi rasa benci, iri hati, dengki dan keinginan untuk menghancurkan / mengalahkan pihak lain. Misal, kita tidak suka tetangga beli TV flat screen yang besar, kita juga ingin punya yang lebih besar lagi sampai berhutang yang mencekik leher.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Humor Dalam Bingkai Psikologi

Anda pasti akan terbahak kalau pada tulisan ini saya mendefinisikan apa itu humor. Seperti kekurangan ide aja, mendefinisikan humor sementara hampir setiap detik kita tertawa mendengar gelitik canda dalam bus kota, kereta, mobil, ketika menonton televisi, bermain game komputer, membaca buku, singkatnya di manapun berada kita bisa guyon, humor, bahkan dalam alam pikir kita sendiri. Alam pikir? Ya, buktinya ketika tak ada seorang pun yang melontarkan cerita atau celetukan lucu, tetap saja terjadi seseorang tiba-tiba tersenyum bahkan terkikik sendiri. Artinya kita bisa menciptakan kelucuan dari sekitar dengan atau tanpa orang lain.

Lalu, apa itu lelucon, apa itu lucu? Ini tidak sekedar melucu, karena tidak sedikit penelitian psikologi yang menyelidiki humor, termasuk manfaatnya dalam dunia psikologi praktis.


Persepsi tentang Humor

Humor is a social instrument that provides an effective way to reduce psychological distress, communicate a range of feelings and ideas, and enhance relationships; also, humor protects social relationships when communicating negative information. (Baldwin,2007)

Humor provides a means to communicate ideas and feelings, convey criticism, and express hostility in a socially acceptable manner (Brownell & Gardner, 1988; Dixon, 1980; Haig, 1986; Martin, 2001 in Baldwin 2007).

Kemampuan mentertawakan kondisi sekitar, diri sendiri, pilihan sendiri, menjadi salah satu katup yang akan melancarkan kembali kemampatan hidup. Pernah tidak anda mengalami kejadian seperti ini; anda ingin membeli sebuah pesawat televisi, sepertinya begitu sederhana, namun ternyata pilihan yang hadir sangat beragam, tidak hanya itu, anda pun harus menyesuaikan dengan lembaran yang tersedia dalam kantong.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Berteriaklah dan Stres pun Lenyap!

STRES hampir tak lagi bisa dipisahkan dengan gaya kehidupan moderen yang penuh dengan tuntutan dan situasi ketegangan yang mengikutinya. Setiap lini kehidupan manusia modern selalu dilumuri berbagai tekanan yang membuat diri menjadi penat dan tidak nyaman.

John. W. Santrock, seorang pakar psikologi perkembangan mendefiniskan stres sebagai respon individu terhadap lingkungan dan kejadian, atau lebih dikenal dengan stresor, yang kita anggap mengancam, menegangkan dan membutuhkan kemampuan kita untuk mengatasinya. Mulai dari persoalan kenaikan BBM,  melambungnya harga kebutuhan sehari-hari, target kerja yang tidak terpenuhi sampai dengan peliknya relasi dengan keluarga atau teman kerja adalah contohnya. Secara substansial stres merupakan  kondisi eksternal yang menegangkan,  tidak diharapkan oleh seseorang, dan cenderung membuat diri tidak nyaman.

Tidak ada ambang yang objektif untuk menentukan situasi sebagai stresor,  namun secara subjektif stres yang dialami seseorang dapat memicu serangkaian dampak negatif. Crowley Jack, Phd, psikolog dari Western Washington University, menjelaskan bahwa secara psikologis, stres dapat memicu terjadinya kecemasan, hilangnya gairah hidup, depresi, bahkan agresivitas yang meningkat. Sedangkan secara fisik stres dapat mengakibatkan instabilitas tensi, gangguan pencernaan, penurunan imunitas, serta percepatan penuaan, bahkan kanker.

Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengelola stres supaya efek buruknya tidak merebak menjadi Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kekuatan Ikhlas yang Menyembuhkan

KEKUATAN jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Seperti diungkapkan praktisi dan pengajar penyembuhan holistik, Reza Gunawan, pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan ikhlas.  Menurut Reza, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan dengan perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa menerima dengan apa adanya,” ungkap Reza di sela-sela kampanye ‘Mizone Jadi 100% Kamu’ di Jakarta, Selasa (24/6) kemarin.

Ikhlas, terang Reza, dapat menyembuhkan dengan cara menyelaraskan tubuh  dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati.  Ikhlas  merupakan bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan keseimbangan antara tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood).

“Kalau  badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak. Dengan hati yang ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras atau harmonis. Jantung itu pemimpinnya tubuh karena dengan jantung yang selaras maka otak berfungsi maksimal. Kalau jantung atau perasaan kita korslet, otak tidak akan bisa berfungnsi maksimal.  Jadi, dengan ikhlas jelas akan membuat tubuh menjadi lebih sehat,” paparnya. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Antara Kartini dan Janggeum

Tau kan hari Kartini? Biasanya pada saat itu anak-anak sekolah bahkan pegawai2 kantor berlomba-lomba untuk memperingati hari istimewa tersebut, dengan memakai pakaian-pakaian adat yang ada di nusantara. Memang tanggal 21 april menjadi hari ‘sakral’ bagi sebagian besar wanita Indonesia, yang merasa bahwa bukan jamannya lagi wanita hanya ‘main di belakang’ saja, sudah saatnya untuk tampil ke depan dan menunjukkan eksistensi diri. Namun, ada juga yang terlalu jauh menuntut, dan (mungkin) berlebihan dalam melihat sisi emansipasi, biasanya dianut sebagian wanita berpaham feminis. Sosok Kartini menjadi sedemikian menarik, dikarenakan cerita kehidupnnya yang mirip-mirip cerita Siti Nurbaya, tidak jauh dari kawin paksa atau terpaksa. Namun Kartini berhasil menunjukkan pada dunia, tentang apa yang dialaminya, tentang pengalaman2nya, sedangkan Siti Nurbaya berakhir sad ending, tanpa mampu berbuat banyak. Dia di nilai sebagai sosok yang ‘berani’ melawan adat yang dinilainya sangat membelenggu kaum wanita, dimana wanita tidak boleh bersekolah tinggi2 , membaca menulis, kalaupun dapat sangat dibatasi. Cukuplah menjadi ‘pelayan seumur hidup’ bagi suami, yang kadang tidak dicintainya. Sebenarnya bukan hanya bangsa Indonesia saja yang memiliki simbol perlawanan wanita seperti Kartini, bangsa-bangsa lain juga memiliki, hanya saja berbeda dalam ranah perjuangannya, seperti Aung San Su Kyi, Margaret Tetcher, dan lain sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.